BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Telah
sama-sama kita ketahui bahwasanya setiap kita melakukan penelitian, maka kita
telah mendapatkan data yang belum tersusun atau tertata dengan baik boleh
dikatakan masih berbentuk data yang belum sempurna, maka dari itu dibutuhkan
proses lanjut salah satunya mengubah data kedalam bentuk yang diinginkan dengan
menggunakan tekhink analisis korelasi produck moment. Agar dapat memberikan
informasi yang tepat, ringkas dan jelas. Karena merupkan hal yang sangat
merugikan apabila kita sebagai peneliti
tidak mengetahui apa arti dan bagaimana cara mengolah data yang telah kita
dapatkan agar menjadi data yang bisa memberikan informasi yang jelas. Dalam
makalah ini akan membahas secara singkat mengenai analisis korelasi produck
moment.
B.
Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam pembuatan makalah
kami ini adalah sebagai berikut:
1. Ingin
mengetahui apa itu Tekhnik Analisis Korelasi Produck Moment,
2. Ingin
mengetahui bagaimana cara mencari/menghitung Indeks Korelasi.
3. Ingin
mengetahui Rumusan Hipotesis
4. Ingin
mengetahui Interpretasi Secara Sederhana
5. Ingin
mengetahui Interpretasi Secara Cermat Melalui Pengujian Hipotesis
6. Ingin
mengetahui Interpretasi dan pengujian
hipotesis dengan menggunakan uji t
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengantar
Korelasi Produck Moment
Teknik korelasi Product momment ditemukan pertama kali oleh Karl Pearson, dan umum disebutdengan pearsoniancorrelationatau pearsonproduct
moment correlation.Teknik ini
digunakan untuk mencari hubungan danmembuktikan hipotesishubungan
(hipotesis assosiatif)
dua variabel, dengansyarat:
1. Data
kedua variabel berbentuk interval atau rasio,
2. Sumber
data dari dua variabelatau lebih adalah sama
3. Data
berdistribusi normal atau setidaknya diasumsikan normal
4. Kedua
variabel mempunyai hubungan linier, Bila antar variabel terdapat hubungan,
tetapi bukan hubungan linear, maka hasil analisa akan menunjukan tiadanya
hubungan.
B. Indeks
Korelasi dan Koefisien Determinasi
Dalamanalisiskorelasiingin
dilihat ada atau tidak adanya hubungan antara variabel. Selanjutnya, bila
terdapat korelasi akan dilihat arah korelasi
dan kuat/lemahnya korelasi. Untuk kepentingan tersebut dalam analisis korelasi terdapat
Indeks Korelasi. Indeks korelasi produk moment disimbolkan dengan r
atau
Indeks xy menunjukkan bahwa yang
dikorelasikan adalah variabel x dengan y .
Indeks Korelasi product momen dirumuskan sebagai berikut
:
Dimana : x=X-Mx
y
=Y-My
=Indekskorelasi antara X dengan Y
X = Data mentah variabel X
Y = Datamentah variabel Y
M
=Mean/rata-rata hitung
X
M
=Mean/rata-rata hitung Y
Nilai
dapat pula dicari dengan menggunakan rumus:
Perhitungan menggunakan rumus diatas menggunakan data
sebenarnya (X dan Y), bukan standar
deviasi.
PENYAJIAN:
Suatu penelitian bertujuan ingin mengetahui korelasi
antara nilai matematika ketika kelas XI SMA dengan nilai mata kuliah statistika
I. Bagaimana kesimpulannya bila didapat data sebagai berikut:
Nama
|
Nilai Matematika
|
Nilai Statistika I
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
A
|
8
|
3.5
|
B
|
7
|
3
|
C
|
9
|
3.5
|
D
|
6
|
2
|
E
|
8
|
3
|
F
|
9
|
4
|
G
|
9
|
4
|
H
|
5
|
2
|
I
|
8
|
3
|
J
|
9
|
3.5
|
Tahapan yang harus dilalui untukmenyelesaika rumus korelasi
Product Moment dengansimpangan
adalah:
1) Jika
nilai matematika ketika kelas XI SMA Ivariabel X, maka nilai mata kuliah
statistika variabelY
2) Buatlah
tabel penolong yang mengandung
unsur-unsuratau faktor-faktor yang diperlukan dalamperhitungan korelasisesuai
dengan kebutuhantabel korelasi Product Moment dengan simpangan.
3) menjumlahkan
subyekpenelitian
4) menjumlahkan
skor X dan skor Y
5) menghitung
Mean variabel X dengan rumus:
dan hasilnya menjadi 78/10=7,8
6) menghitung
Mean variabel Y dengan rumus:
dan hasilnya menjadi 31,5/10=3,15
7) menghitung
deviasi masing-masing skor x dengan rumus:
x=X-M
xbarisA,kolom ke 4 kita
isi menjadi, contohnya = 8-7,8=0.2, dan
seterusnya.
8) menghitung
deviasimasing-masing skor y dengan rumus:
y =Y-M
ybarisA, kolom
ke
5 kita isi menjadi,
contoh= y=3,5-3,15=0.35,dan seterusnya.
9) menguadratkan
seluruh deviasi x dan menjumlahkannya
10) menguadratkanseluruh
deviasi y dan menjumlahkannya
11) mengalikandeviasi
x dengan y
12) menyelesaikanrumus
korelasi Product Moment dengan simpangan, yaitu:
Untuk kepentingan
inidibuat label kerja
sebagai berikut :
Nama
|
X
|
Y
|
x
|
Y
|
x.y
|
||
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
(5)
|
( (6)
|
(7)
|
(8)
|
A
|
8
|
3.5
|
0.2
|
0.35
|
0.04
|
0.12
|
0.07
|
B
|
7
|
3
|
-0.8
|
-0.15
|
0.64
|
0.02
|
0.12
|
C
|
9
|
3.5
|
1.2
|
0.35
|
1.44
|
0.12
|
0.42
|
D
|
6
|
2
|
-1.8
|
-1.15
|
3.24
|
0.02
|
2.07
|
E
|
8
|
3
|
0.2
|
-0.15
|
0.04
|
0.72
|
-0.23
|
F
|
9
|
4
|
1.2
|
0.85
|
1.44
|
0.72
|
1.02
|
G
|
9
|
4
|
1.2
|
0.85
|
1.44
|
1.32
|
1.02
|
H
|
5
|
2
|
-2.8
|
-1.15
|
7.84
|
0.02
|
3.22
|
I
|
8
|
3
|
0.2
|
-0.15
|
0.04
|
0.12
|
-0.03
|
J
|
9
|
3.5
|
1.2
|
0.35
|
1.44
|
0.12
|
0.42
|
N=10
|
78
|
31.5
|
0
|
0
|
17.60
|
4.53
|
8.3
|
Dengan nilai Mx
dan Mytersebut dapat dihitung X dan yr ,
selanjutnya dapatdihitung nilaixy,
x2 dan
y2 . Akhirnya didapat:
∑
=
8.3, ∑y2 = 17.60 dan ∑y2
= 4.53
=
=
=
=
=
0.93 =rh
C. Rumusan
Hipotesis
Hipotesisadalahpernyataan
yang merupakan jawaban sementara sebagai jawaban dari permasalahan. Seperti
diungkapkan di depan analisis product
momen digunakan untuk membuktikan hipotesis hubungan / hipotesis nihil (H0) dan
hipotesis alternatif (Ha). Kedua hipotesisini saling berlawanan. Hipotesis nol
merupakan negasi dari alternatif. Secara umum rumusan hipotesis asosiatif
adalah sebagai berikut.
Ho : r
= rh
=0 : Tidak terdapat korelasi (positif/negatif) yang signifikan antara variabel
X dengan variabel Y
Ha : r
= rh ≠0: Terdapat korelasi (
postif/negatif) yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y
·
Manfaat Hipotesis
Penentuan
negatif atau positif , berdasarkan hasil perhitungan nilai indeks korelasi. Bila hasil perhitungan nilai indeks
korelasi. Bila hasil perhitungan positif , maka ditulis positif. Demikian pula
sebaliknya.Manfaat Hipotesis
Penetapan hipotesis dalam sebuah
penelitian memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Memberikan
batasan dan memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian.
2. Mengarahkan
dan menyiapkan pola pikir peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antarfakta,
yang kadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti.
3. Sebagai
alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpa
koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh.
4. Sebagai
panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.
·
Ciri Hipotesis yang
Baik
Perumusan hipotesis yang baik dan benar
harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:
1. Hipotesis
harus dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan deklarati, bukan kalimat
pernyataan.
2. Hipotesis
berisi pernyataan mengenai hubungan paling sedikit dua variabel penelitian.
3. Hipotesis
harus sesuai dengan fakta dan dapt menerangkan fakta.
4. Hipotesis
harus dapat diuji. Hipotesis dapat diuji secara spesifik menunjukkan bagaimana
prediksi hubungan atau pengaruh antar variabel termaksud.
5. Hipotesis
harus sederhana dan terbatas, agar tidak terjadi kesalahpahaman pengertian.
D. Interpretasi
Secara Sederhana
Interpretasi
secara sederhana disebut pula interpretasi secara kasar. Interpretasi dengan
cara sederhana adalah dengan menggunakan pedoman sebagai berikut:
a. Perhatikan
tanda bilangan indeks korelasi hasil perhitungan.bila hasil perhitungan
menunjukan bilangan negatif, maka bila terdapat korelasi, korelasinya merupakan
korelasi negatif. Bila positif, maka korelasinya adalah korelasi positif.
b. Gunakan
tabel acar-acar/ patokan berikut:
Patukan
Interpretasi Nilai r
Nilai
r
|
Interpretasi
|
0.00-0.20
0.21-0.40
0.41-0.70
0.71-0.90
0.91-1.00
|
Antara
variabel X dan Y terdapat korelasi yang sangat lemah sekali, sehingga
dianggap tidak ada korelasi.
Antara
variabel X dan Y terdapat korelasi
yang lemah.
Antara
variabel X dan Y terdapat korelasi yang. Cukup/sedang.
Antara
variabel X dan Y terdapat korelasi yang sangat kuat.
Antara
variabel X dan Y terdapat korelasi yang sangat kuat
|
penyelesaianInterpretasisecarasederhana
Nilai
=
0.93, bertanda positif. Bilangan 0.93 terletak pada interval 0.93 -1.00,
menurut tabel patokan; antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang sangat
kuat. Jadi dengan interpretasi sederhana disimpulkan bahwa, antara biaya nilai
matematika dan nilai statistika I terdapat korelasi positif yang sangat kuat.
Semakin tinggi nilai matematika, nilai statistika I semakin tinggi.
E. Interpretasi
Secara Cermat melalui Pengujian Hipotesis
Interpretasi dengan secara cermat adalah dengan
membandingkan nilai r hasil perhitungan rhdengan nilai r pada tabel (rt) atau tabel nilai-nilai r ProduckMoment. Langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Menentukan
nilai r hasil perhitungan
2. Menentukan
nilai r tabel (nilai n) yang dicari dengan langkah sebagai berikut:
a. Tentukan
N (banyaknyadata pengamatan)
b. Tentukan
tingkat kesalahan yang diinginkan, bisa 5% atau 1%. Tingkat kesalahan
menunjukan tinggi toleransi penelitian. Bilangan 5% menunjukan tingkat
kesalahan 5% dan tingkat keyakinannya 95%. Sedangkan 1% menunjukan tingkat
kesalahan 1% dan tingkat keyakinan 99%.
c. Tentukan
Nilai rt dengan melihat tabel r
produksi momen.
Penyelesaian interpretasi secara cermat:
a. Menentukan
nilai rt
Banyak data = N = 10,
Dengan melihat tabel r produk
moment:
Pada tingkat kesalahan
5% rt = 0.632 dan pada tingkat kesalahan 1% rt = 0.765
b. Rumus
hipotesis
Rumus hipotesisnya
adalah:
Ho : tidak terdapat korelasi positif yang
signifikan antara nilai matematika ketika kelas XI dengan nilai statistik I
Ha : terdapat korelasi positif yang signifikan
antara nilai matematika kelas XI dengan nilai statistika I.
c. Membandingkan
|
| dengan rt
Dari hasil perhitungan
=
0.93 = rh, maka |
| = 0.93
Pada tingkat kesalahan
5% rt = 0.632, berarti |
| > rt
maka Ho ditolak, Ha
diterima. Jadi pada tingkat kesalahan 5% disimpulkan antara nilai matematika
kelas XI SMA dengan nilai statistika I terdapat korelasi positif yang
signifikan. Semakin tinggi nilai matematika kelas XI SMA dengan nilai
matematika di kelas XI SMA, nilai statistika I semakin tinggi.
Pada tingkat kesalahan
1% rt = 0.765, berarti |
| > rt.
Maka Ho ditolak, Ha
diterima. Jadi pada tingkat kesalahan 1% disimpulkan antara nilai matematika
kelas XI SMA dengan nilai statistika I terdapat korelasi positif yang
signifikan.
Dengan demikian baik
pada taraf signifikan 5% maupun 1% kesimpulannya sama.
Pengujian hipotesis dapat pula dilakukan dengan
mentransformasikan nilai r ke t. Rumus yang digunakan untuk transformasi tersebut adalah:
t = r
=
Nilai
dicaripadaabletpadatarafkesalahan ɑ % dengan
derajatkebebasan
v. Dengan
v = N – 2
untuk taraf
signifikanɑ
% nilai
dicari
pada
(uji dua pihak).
Kriteria
penolakan / penerimaan hipotesis dengan
menggunakan tabel t adalah sebagai
berikut:
a. Jika
≥
maka Ho ditolak, Ha diterima
b. Jika
<
maka ho diterima, Ha ditolak
Penyelesaian:
Pada contoh di atas nilai r = 0.93. banyak data pengamatan N = 10. Makaderajat kebebasan =
v = N – 2 = 10 – 2
= 8 . untuk taraf
kesalahan 1%, nilai
dicaripada
=
=
3,355 ( dilihatpadaable t )
Nilai
dihitungsebagaiberikut:
=
r
=
0.93
=
0.93
= 0,93
= 0,93
= 0.93 X 7.6951541
= 7.15649
Dengan demikian
≥
makaHo
ditolak, Ha diterima.
DAFTAR PUSTAKA
Salafudin &
Nalim.2014. Statistik Inferensial,
Pekalongan, STAIN Pekalongan press.
Usman, H. dan R. PurnomoSetiadi Akbar. 2000. Pengantar Statistik. Jakarta :BumiAksara.
Sugiyono. 2007. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV
Alfabeta.